Proses Kreatif #3: Italo Calvino

Pada teorinya, saya ingin menulis sepanjang hari. Namun di pagi hari saya pasti mencari-cari alasan untuk menghindari pekerjaan saya: saya keluar rumah, belanja, membeli surat kabar. Biasanya, saya pasti menghabiskan pagi saya untuk hal-hal di luar menulis; lalu saya baru mulai menulis di sore hari. Saya adalah penulis yang biasa bekerja di siang hari, tetapi karena saya selalu membuang waktu saya di pagi hari, saya kini berubah jadi penulis sore hari. Saya bisa saja menulis di malam hari, tapi itu artinya saya harus mengorbankan waktu tidur saya. Dan saya berusaha menghindari itu. – ITALO CALVINO

Ibu

Suatu hari aku tengah mendengarkan radio AM. Sebuah lagu berkumandang: “Oh, Aku Ingin Sekali Melihat Ibuku di Ambang Pintu.” Ya Tuhan, batinku. Aku sangat mengerti isi lagu tersebut. Aku juga rindu melihat ibuku berdiri di ambang pintu. Sudah tak terhitung berapa kali ibuku berdiri di ambang berbagai pintu sambil menatap lurus ke arahku. Suatu saat, dia berdiri di ambang pintu depan rumah yang seperti biasa dilatari oleh gelapnya ruangan di belakang. Dia berkata, Jika kau pulang ke rumah pukul empat pagi saat usiamu baru tujuh belas tahun, nanti saat usiamu dua puluh tahun kau mau pulang jam berapa? — GRACE PALEY

Moral-Maril

Ketika perang meletus seorang pemuda bernama Luigi bertanya apakah dia bisa mendaftar sebagai prajurit relawan.

Semua orang memuji keberaniannya. Luigi pergi mendatangi tempat di mana senapan dibagikan secara massal dan berkata: “Sekarang aku akan pergi membunuh seseorang bernama Alberto.”

Prajurit lain bertanya siapa Alberto yang dimaksud.

“Musuh,” kata Luigi. “Musuhku.” — ITALO CALVINO

Alkisah Setabung Lem

Katanya, “Jangan disentuh.” Maka aku bertanya, “Apa ini?”

“Lem,” jawabnya. “Lem khusus. Superglue.”

Dan aku tanya lagi: “Untuk apa kau beli itu?”

“Karena aku butuh,” katanya. “Ada banyak hal yang harus kurekatkan.”

“Tidak ada yang perlu direkatkan,” hardikku. “Aku tidak mengerti kenapa kau harus membeli barang-barang tak berguna macam ini.” — ETGAR KERET

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 648 pengikut lainnya.