Dear Pembaca Fiksi Lotus:

Memasuki bulan Desember 2012, saya dengan senang hati hendak menyampaikan kabar gembira bahwa tahun depan Fiksi Lotus: Volume 2 akan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Yeah!

Namun, untuk koleksi kedua ini, tidak semua cerita yang disuguhkan berasal dari situs—agar pembeli juga mendapatkan value yang lebih dengan membeli versi cetak Fiksi Lotus. Dari 14 cerpen yang akan hadir, empat akan dipilih dari situs.

Oleh sebab itu, saya ingin mengadakan polling kecil-kecilan di antara kalian cerita mana yang kira-kira hendak kalian masukkan ke dalam koleksi kedua yang dibukukan. Empat cerita pendek (kategori FIKSI) dengan suara terbanyak akan diikutsertakan ke dalam koleksi cetak—tentunya setelah dipertimbangkan unsur-unsur hak ciptanya. Sayangnya, kami tidak dapat mencetak cerita yang masih dilindungi hak cipta—karena bila sudah memasuki ranah cetak, maka tergolong berbayar. Di situs ini, cerita-cerita tersebut telah mendapat ijin untuk diterjemahkan dan diterbitkan karena metodenya online dan tidak berbayar.

Bagaimana caranya mengikuti polling? Kalian cukup me-like cerita yang ingin kalian sertakan dalam edisi cetak. Cerita dengan like terbanyak akan otomatis masuk ke dalam daftar pertimbangan. Bila cerita dengan like terbanyak tersandung masalah hak cipta, maka cerita dengan like terbanyak kedua akan dipilih—dan begitu seterusnya. Bila karena masalah teknis kalian tidak bisa me-like cerita pendek yang ada di situs ini, maka kalian bisa tinggalkan komentar di bawah posting ini tentang cerita-cerita yang ingin kalian juarakan untuk dicetak. Atau kalian bisa tinggalkan komentar di wall Facebook kami. Polling akan ditutup pada bulan Maret 2013.

Hal lain yang ingin saya sampaikan adalah perihal berdiskusi di situs Fiksi Lotus. Satu hal yang penting untuk kalian ingat: all opinions matter. Saya sering mendengar keluhan teman dan juga pembaca yang mengatakan bahwa mereka ingin mengikuti poin diskusi di cerita-cerita yang mereka sukai, namun TAKUT TERDENGAR BODOH. Ada pula yang mengatakan bahwa poin-poin diskusi yang dicantumkan di akhir cerita justru membuat mereka GENTAR dan ENGGAN BERPENDAPAT karena menganggap diri mereka sendiri KURANG BISA NYASTRA.

Art by Mandy Sutcliffe

Art by Mandy Sutcliffe

Maka saya ingin menekankan sekali lagi bahwa di situs Fiksi Lotus tidak ada pendapat yang salah ataupun benar. Dan semua pendapat adalah sah. Selama dua tahun setengah sejak FL dibentuk, saya belum pernah membaca pendapat yang bodoh dan saya justru termotivasi oleh ragam interpretasi yang kalian berikan di kolom komentar, juga lewat Facebook. Itu juga sebabnya belum lama ini saya menyertakan poin-poin diskusi di akhir setiap cerita agar pembaca lebih terpicu untuk berbagi.

Jangan terintimidasi oleh nama-nama penulis yang tercantum di situs ini, jangan juga merasa gentar setelah membaca tulisan-tulisan yang terkesan kompleks—dan lebih penting lagi: jangan takut berpendapat. Fiksi adalah medium komunikasi di mana penulis berekspresi dan pembaca merefleksikan ekspresi tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari. Fiksi adalah gambaran budaya kehidupan. Tanpa audiens atau pembaca seperti kalian, cerita akan kehilangan maknanya. Tidak perlu jadi seorang sastrawan untuk berpendapat. Tidak juga diperlukan gelar tinggi untuk mengajukan interpretasi pribadi terhadap sebuah cerita. Bila perlu, bacalah cerita tanpa melihat nama si penulis—dan temukan benang merah komunikasi yang diulurkan kepada kalian.

Untuk menginterpretasi sebuah cerita dengan baik hanya dibutuhkan satu hal saja: pikiran yang terbuka. Bila kalian punya pola pikir yang terbuka, bagi saya itu sudah lebih dari cukup untuk melandasi integritas pendapat kalian. Karena, pada hakekatnya, fiksi adalah sebuah karya yang ditulis bukan untuk dibedah oleh para profesor dan sastrawan—namun karya yang ditulis untuk dinikmati, dicerna dan dikembangkan oleh orang-orang berpikiran terbuka dari berbagai kalangan, usia dan gender. Fiksi yang disusun dan ditulis dengan baik selalu berfungsi sebagai medium komunikasi dua arah. Oleh sebab itu, pendapat kalian sebagai pembaca sangatlah berarti.

Saya amat berharap kalian terus berpartisipasi dalam kegiatan berdiskusi di situs ini, baik itu dalam bentuk komentar ataupun lainnya. Bagi yang ingin menyampaikan pendapatnya dalam bentuk tulisan esai, kami dengan senang hati menerimanya dan bila berkenan menerbitkannya di situs KLUB LOTUS. Intinya, fiksi hanya akan hidup bila para pembaca tidak pernah berhenti menafsirkan makna-makna yang terkandung di dalamnya.

Saya percaya bahwa sebuah karya bisa hidup karena pembacanya, bukan semata-mata usaha penulisnya. Dan saya percaya bahwa proses bercerita adalah bentuk komunikasi pribadi antara dua pihak. Tanpa pendengar, tanpa audiens, tanpa pembaca, tanpa penikmat—seni tak ubahnya aspirasi yang ditinggal mati.

Lain dari itu, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan kalian terhadap Fiksi Lotus. Antusiasme dan kepercayaan kalian—serta partisipasi kalian—adalah kunci dari kesuksesan situs ini sebagai wadah diskusi dan pembelajaran tentang segala aspek cerita pendek. Mudah-mudahan tahun depan kami bisa memberikan reward yang lebih besar terhadap para pembaca setia Fiksi Lotus.

Sekarang ini, saya dan pihak Gramedia Pustaka Utama tengah mempersiapkan suatu apresiasi khusus bagi para pembaca Fiksi Lotus. Semoga kalian bersabar menunggu kabar berikutnya.

Saya doakan semoga di bulan terakhir tahun 2012 semua aspirasi, mimpi dan rencana kalian berjalan lancar; dan semoga tahun yang datang (2013) membawa banyak berkah dan memicu kita untuk lebih bersemangat dalam berkreasi dan mengusung perubahan-perubahan positif demi masa depan yang lebih cerah.

Bagi yang merayakan Natal di bulan Desember, kami ucapkan Selamat Natal 2012! Dan bagi yang tidak merayakan Natal… Selamat liburan dan Tahun Baru 2013!

Salam,

Maggie Tiojakin

Maggie Tiojakin adalah seorang penulis, editor dan translator asal Indonesia. Dia telah menulis dua kumpulan cerita pendek dan satu novel. Dia tinggal di Jakarta.

20 Comment on “Catatan Akhir Tahun 2012

  1. Ping-balik: [Tips Cerpen] 5 Cara Menulis Paragraf Pertama | Indonovel.com

  2. Ping-balik: 5 Cara Menulis Paragraf Pertama Sebuah Cerpen | Komunikazone

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: