next-publishing

1. Cobalah mengerti pesan apa yang ingin disampaikan si penulis, dan jangan salahkan penulis karena tidak mencapai sesuatu yang memang sejak awal tidak jadi tujuannya.

2. Berikan cukup ruang untuk memuat kutipan langsung dari karya yang diresensi—setidaknya satu paragraf pendek—agar pembaca resensi dapat membentuk pendapat mereka sendiri dan menentukan apa yang mereka suka atau tidak suka.

3. Selaraskan penjabaran Anda terhadap karya yang diresensi dengan kutipan langsung dari dalam karya itu, meskipun hanya satu frasa saja. Hal ini lebih baik daripada Anda menyuguhkan rangkuman yang tak jelas.

4. Jangan menceritakan seisi karya yang Anda resensi hingga pembaca tak lagi tertarik untuk membaca karya tersebut. Berikan sedikit bocoran plot, tapi jangan sampai ending-nya bisa ditebak. (Saya sering merasa kaget, sekaligus marah, saat mendapati para reviewer membocorkan jalan cerita buku saya dalam hasil resensi mereka! Ironisnya, satu-satunya pembaca yang hendak diraih penulis, pembaca yang masih penasaran terhadap isi buku, adalah para reviewer yang melakukan hal tersebut. Lalu, bertahun-tahun kemudian, mereka yang membaca buku itu tanpa ketersengajaan.)

5. Bila Anda menilai bahwa karya yang Anda resensi itu tidak bagus, maka berikan contoh karya serupa yang lebih baik. Mungkin dari koleksi karya penulis yang sama, atau karya lainnya. Coba mengerti di mana penulis itu gagal menyampaikan pesannya. Apakah Anda yakin kesalahannya ada di pihak penulis dan bukan di pihak Anda sebagai reviewer?

sumber: The Quivering Pen

Siapa John Updike? Lihat di Wikipedia.

Maggie Tiojakin adalah seorang penulis, editor dan translator asal Indonesia. Dia telah menulis dua kumpulan cerita pendek dan satu novel. Dia tinggal di Jakarta.

6 Comment on “5 Aturan Dasar Meresensi Karya Seseorang ala JOHN UPDIKE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: