C. Michael Curtis adalah seorang Senior Editor di jurnal sastra, seni dan politik tertua di AS, The Atlantic. Beliau sudah bekerja sebagai editor fiksi (cerita pendek) di jurnal ini selama lebih dari empat puluh tahun; dan di bawah asuhan beliau banyak sekali bakat-bakat muda yang tumbuh pesat hingga menjadikan mereka tokoh-tokoh sastra ternama di dunia. Tak kurang dari 12,000 naskah cerita pendek beliau baca setiap tahunnya; dan setiap tahun cerpen-cerpen pilihan beliau dinominasikan sebagai cerpen terbaik oleh badan sastra di AS. Selain mengedit, beliau juga mengajar creative writing di sejumlah universitas-universitas bergengsi seperti Harvard, MIT, Cornell, Tufts, Bennington dan masih banyak lagi lainnya. Berikut adalah hasil wawancara salah satu staf The Atlantic, Mary Ann Koruth, dengan beliau.

Q: Apakah Anda memiliki etika tertentu dalam mengedit sebuah karya atau pandangan tertentu tentang bentuk karya yang layak baca sebelum memutuskan untuk menerbitkan karya tersebut di The Atlantic? Atau Anda hanya mencari karya yang menarik perhatian Anda sebagai seorang pembaca?

A: Di antara keduanya. Saya tidak punya peraturan khusus tentang karya yang seperti apa yang layak diterbitkan; meski tentunya saya punya beberapa kecenderungan yang menarik perhatian saya. Misalnya, saya ingin ada ‘kejadian penting’ dalam sebuah cerita. Saya lebih suka cerita yang memfokuskan diri pada kejadian-kejadian serta konsekuensinya terhadap kehidupan para karakter utama di dalam cerita tersebut. Saya juga tidak pilih kasih terhadap cerita yang menghadirkan sketsa atau kilasan hidup. Pada setiap cerita yang saya baca, saya juga cenderung mencari dialog yang unik, mekanisme penuturan yang kuat, serta penggunaan bahasa figuratif yang handal—hal-hal yang menghadirkan daya seni tinggi, ketimbang hal-hal yang hanya terpaut pada plot saja.

Q: Apakah benar bahwa setiap cerita pendek yang diterbitkan di jurnal The Atlantic dicek kebenaran faktanya?

A: Ya. Memeriksa kebenaran fakta sebuah cerita pendek adalah proses yang menarik; karena penulis fiksi tidak berpura-pura bahwa semua yang mereka tulis itu adalah benar. Proses ini biasanya dimulai dengan mempertanyakan si penulis—apakah mereka ingin ditempatkan pada posisi sebagai orang yang mendeklarasikan sesuatu yang pada dasarnya belum tentu benar sebagai kebenaran, meskipun hal itu tidak begitu penting dalam kaitannya dengan cerita mereka? Saat ini saya sedang berada dalam diskusi serupa dengan salah satu penulis yang karyanya akan diterbitkan di jurnal kami. Sebagian dari cerita yang ia tulis mengambil lokasi di Plaza Hotel diNew York; dan dalam cerita itu ia beberapa kali menyebutkan penggunaan kunci kamar yang berbentuk kartu plastik. Tapi dari hasil pengecekan tim saya di jurnal ini, Plaza Hotel tidak menggunakan kartu plastik sebagai kunci kamar—melainkan kunci logam yang dimasukkan ke dalam lubang kunci. Karena itu kami mungkin harus merubah detail tersebut. Namun jika si penulis memaksa ingin tetap menggunakan kartu plastik sebagai kunci dalam ceritanya, maka kami takkan mempermasalahkannya; karena sebuah cerita tidak harus selalu akurat sampai terlalu detail.

Q: The Atlantic menerima ribuan cerita pendek setiap bulannya. Apakah menurut Anda perlu untuk menyortir tumpukkan cerita-cerita pendek itu hanya guna menemukan cerita yang mungkin sangat berharga? Seberapa sering Anda menemukan cerita seperti itu?

A: Tentu saja. Meski terdengarnya membosankan dan sangat beresiko karena harus menghabiskan waktu dan tenaga untuk menyortir sekian banyak cerita yang buruk atau tak menarik, namun saat kami menemukan bakat yang luar biasa yang sebelumnya tak pernah kami dengar—kami merasa luar biasa senang. Hal ini terjadi empat ataulimakali dalam setahun, biasanya. Selama ini kami selalu saja menemukan bakat-bakat baru yang menjanjikan.

Q: Apa nasihat Anda untuk calon penulis yang hendak melihat cerita pendeknya diterbitkan di dalam jurnal The Atlantic?

A: Saran saya adalah kirim cerita-cerita pendek kalian secepatnya. Dan kirim yang terbaik. Kita lihat nanti apakah cerita itu cocok untuk diterbitkan; bila tidak, coba lagi.

Q: Ada saran tentang bagaimana penulis harus menyikapi penolakan terhadap karya mereka?

A: Jangan diambil hati. Kalian harus ingat bahwa jurnal atau majalah yang serius dalam menerbitkan cerita pendek pasti menerima banyak sekali cerita yang membuat mereka kewalahan. Dan suratpenolakan bisa berarti para editor tidak menyukai karya tersebut, atau mereka suka tapi sayangnya belum ada tempat di edisi-edisi yang akan terbit dalam waktu dekat ini. Kumpulkan surat-surat penolakan yang kalian terima dan tempelkan di dinding seperti wallpaper. Itu yang saya lakukan saat masih duduk di bangku kuliah.

Q: Menurut Anda, seberapa besar peran cerita pendek dalam sejarah penerbitan The Atlantic? Manfaat apa yang bisa diterima oleh para pembaca jurnal ini?

A: Menurut saya fakta bahwa kami menerbitkan cerita pendek secara teratur dan serius menunjukkan bahwa The Atlantic sangat tertarik terhadap perkembangan budaya dan serius dalam menyikapinya. Cerita pendek juga penting untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya kehidupan berbudaya.

Akses situs jurnal The Atlantic di sini.

2011 © Hak Cipta. Fiksi Lotus dan The Atlantic. Tidak untuk digandakan, dijual-belikan atau ditukar.

Maggie Tiojakin adalah seorang penulis, editor dan translator asal Indonesia. Dia telah menulis dua kumpulan cerita pendek dan satu novel. Dia tinggal di Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: