Maggie Tiojakin

IMG_0857 - Version 2Maggie Tiojakin adalah seorang penulis Indonesia. Sebagai seorang jurnalis, karyanya telah dimuat di The Jakarta Post Weekender, Asian News Network (ANN), The Boston Globe, Brunei Times. Cerita pendeknya juga telah dimuat di Writers’ Journal, Voices, La Petite Zine, Femina, Kompas, Eastown Fiction, Postcard Shorts, dan Every Day Fiction. Buku kumpulan cerpen pertamanya, berjudul Homecoming (and other stories) diterbitkan di tahun 2006 oleh Mathe Publications. Dia juga telah menerjemahkan dan mengadaptasi: buku karya Jason F. Wright yang berjudul Wednesday’s Letters (Surat Cinta Hari Rabu); Sugar Queen karya Sarah Addison Allen; serta mengadaptasi dari film-ke-buku Claudia/Jasmine berdasarkan skrip karya Awi Suryadi. Ketiganya diterbitkan Gagas Media (2008/2009).

Buku kumpulan cerpen ke-duanya, berjudul BALADA CHING-CHING, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada bulan Juni 2010. Novel pertamanya, WINTER DREAMS, telah terbit bulan DESEMBER 2011. Ia juga telah menerjemahkan kumpulan cerpen KISAH-KISAH TENGAH MALAM karya Edgar Allan Poe (Gramedia Pustaka Utama, Desember 2010) dan JUST SO STORIES karya Rudyard Kipling (Gramedia Pustaka Utama, 2011). Selain itu ia juga menulis naskah film SIMFONI LUAR BIASA bersama sutradara Awi Suryadi, yang dirilis di Indonesia pada bulan September 2011.

Di waktu luangnya, Maggie mengelola sebuah situs gratis yang menghadirkan cerpen klasik karya pengarang dunia baik yang sudah ternama maupun belum dan telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia untuk asupan masyarakat luas. Situs ini dinamakan Fiksi Lotus.

14 cerpen pilihan dari situs Fiksi Lotus telah terbit (Gramedia Pustaka Utama) dengan judul FIKSI LOTUS: VOL. 1 — sebagai tanda terima kasih terhadap dukungan pembaca dan pengunjung situs.

Buku kumpulan cerita pendeknya, SELAMA KITA TERSESAT DI LUAR ANGKASA, akan terbit pada bulan Juli 2013. Lihat TRAILER BUKU.

Kunjungi situs resmi MAGGIE TIOJAKIN.

27 pemikiran pada “Maggie Tiojakin

  1. Hallo mbak Maggie,
    Saya sedang mencari kelas utk belajar menulis cerpen di seputaran Jakarta, apakah mbak Maggie bisa memberikan informasi?

    Terimakasih banyak.

    Salam,
    Indah

  2. Halo Indah, kami akan mengadakan kelas creative writing “Lotus Creative” — gratis, dengan persyaratan agar mengirimkan 1 cerpen. Nanti yang lolos akan diumumkan di situs. Informasi bisa diakses di page Lotus Creative (di bawah Lotus Bar, sebelah kiri). Semoga membantu ya :)

  3. Halo mbak Maggie, salam kenal. Boleh tanya mbak…, tapi tentang bahasa Inggris. Karya terjemahan Mbak Maggie sudah banyak, ditambah (kalau melihat di atas) tulisan sendiri yang dimuat di The Jakarta Post Weekender, Asian News Network (ANN), The Boston Globe, Brunei Times. Bisa kasih saran nggak mbak, gimana belajar bahasa Inggris yang efektif. Saya pingin banget bisa baca karya2 penulis luar langsung dari bahasa asli mereka. Awal tahun ini, kira-kira, saya coba beli Breakfast at Tiffany’snya Truman Capote terbitan Vintage, untuk nyelesaiinnya judul I yang cuma 110 halaman saya butuh waktu sampe sebulan (tak dipungkiri, puas banget rasanya).

    • Hai Agus. Terima kasih ya sudah mampir kemari :) Maaf agak telat membalas. Bagi saya pribadi, belajar Bahasa Inggris paling efektif yaitu dengan banyak membaca dan nonton film dengan subtitle berbahasa Inggris. Lalu–kalau sempat–coba nulis kalimat dalam bahasa Inggris. Untuk ngetes komprehensif-nya aja. Bukan berarti harus nulis cerita. Tapi cuma menggunakan kosa kata tertentu (baru) ke dalam kalimat :) Dalam membaca, tidak usah diburu2 — karena kalau tidak dinikmati nanti jadinya seperti tugas sekolah :) Semoga membantu ya :)

  4. Mbak Maggie saya sudah sempat membaca buku fiksi lotus vol. 1 dan saya sungguh berdecak kagum, sebenarnya ini pertama kalinya saya membaca sastra klasik, dan setelah saya pikir-pikir sastra klasik memiliki keunikan tersendiri.
    Seperti namanya fiksi lotus…
    “benar-benar mempesona, seperti berada dalam ruang yang berbeda…”
    –Gus Nanda, pembaca setia dari Bali
    Tapi satu hal yang ingin saya tanyakan, maksud cerpen “Teka-Teki karya Walter De La Mare apa ya?” saya agak bingung, tapi begitulah pena walter ramal, selalu menggetarkan hati dan emosional…

    • Hai Ida. Fiksi Lotus bukan badan penerbit :) Tapi mudah2an dalam waktu dekat akan terealisasi jurnal online dari Fiksi Lotus yang khusus menerbitkan cerpen2 Indonesia :) Ditunggu yaa :)

  5. Mbak maaf saya agak cerewet tapi saya mohon sarannya..
    Menurut Mbak Maggie novel apa yang paling menarik jika genrenya adalah horor dan misteri?

    • Hai Ida. Kamu nggak cerewet kok, aku malah senang dapat komentar pembaca :) Secara pribadi, aku kurang menikmati fiksi bergenre horor/misteri, meskipun ada beberapa pengecualian. Dua kumpulan cerpen horor/misteri yang bagiku sangat bagus yaitu karya Edgar Allan Poe (Kisah-Kisah Tengah Malam) dan Joe Hill (20th Century Ghosts). Semoga membantu ya :)

  6. Mbak Maggie pernah baca novel “Charlie” karya Daniel Keyes? Bagaimana menurut Mbak Maggie tentang pena keyes…?

  7. Mbak Maggie saya kepenginin sekali menjadi seorang penulis seperti mbak Maggie, ada tidak tips-tips khusus untuk menulis yang baik?
    Karena setiap kali saya menulis cerpen ataupun karya tulis saya selalu diliputi oleh rasa canggung dan kurang percaya diri, saya merasa linglung dan bingung untuk memulainya. Seperti contoh, pernah terbersit di pikiran saya untuk memulai menulis cerita sejarah (non-fiksi) dengan mengambil tokoh pahlawan lokal (Ida I Dewa Agung Istri Balemas atau Kania, pahlawan perempuan dari Klungkung-Bali, yang pernah mengalahkan Mayor Jendral Michiels Belanda pada kurun waktu tahun 1849) tapi saya kesulitan untuk menemukan perjalanan hidup Beliau, masih suram, jadi sulit untuk memulainnya. Sedih banget rasanya.
    Di samping itu permasalahan pembagian waktu juga menghantui, mengingat saya seorang siswa SMA, apalagi sekarang kelas III program bahasa yang notabene sebagian besar waktu diluangkan untuk belajar, jadi kesempatan menulis semakin berkurang, padahal semejak saya sering mengikuti lomba karya tulis, cerpen, puisi dan teater (bidang sastra) kecintaan saya pada dunia tulis menulis menjadi bertambah tapi karena permasalahan pembagian waktu, malah jadi berkurang.

    Mohon Sarannya Mbak…

    Selain itu, mbak Maggie kenal tidak dengan Bu Cok Savitri dan Bu Oka Rusmini, itu lho sastrawan asal Bali, saya juga ngefans sama beliau berdua.

    Suksma… (ucapan terima kasih dalam bahasa Bali)
    Oh ya mbak, kalau sempat ke Bali jangan lupa mampir ke rumah saya di Klungkung tepatnya di Sengguan…

    Maaf satu lagi, mbak maggie bisa memanggil saya gus nanda, jangan ida…(maaf mbak kalo saya cerewet lagi)
    hehehehehehe….
    Semangat untuk besok! Semangat untuk dunia sastra! Semangat Dunia!
    Semangat!!!

    • Hai Gus Nanda. Maaf baru lihat komentarnya, jadi telat balasnya :) Aku pernah bertemu dengan Cok Sawitri dan Oka Rusmini, tapi belum ada kesempatan kenal lebih jauh dari itu. Mungkin suatu hari akan dapat kesempatan :) Untuk tips menulis, saran aku banyak baca dan berlatih serta sering2 mengobservasi sekeliling kamu. Ingat, cerita ada di mana saja. Dari yg simpel sampai yg kompleks. Kuncinya cuma dua: baca dan berlatih :) Semoga bermanfaat ya :)

  8. Satu lagi Kak Maggie beberapa hari in, sayai iseng mondar-mandir bawa buku fiksi lotus ke sekolah, semua teman2x terkagum-kagum setelah membaca cerpen “Teka-Teki”, setengah mati mereka mengartikannya, menguras otak…
    Teman saya pada keheranan dengan pena walter ramal…
    “Apa maksudnya?” tanya mereka pada saya.
    Saya juga sebelumnya kebingungan.
    ”Ahhhh… Keren” jawab mereka serentak.

  9. Halo, Mba Maggie. Salam kenal :D
    Saya baru mengenal Mba Maggie ketika membaca Cerita-Cerita Tengah Malam-nya Allan Poe dan saya terkagum-kagum atas terjemahan dari Mba Maggie yang mudah dipahami tanpa mengurangi keindahan dari ceritanya. Dan hari ini saya melihat buku Fiksi Lotus di toko buku dan ketika ada nama Mba Maggie tercantum didalamnya, saya langsung beli buku itu. Saya sebagai penggemar sastra klasik sangat senang dan berterimakasih kepada Mba Maggie dan teman-teman lainnya dalam Fiksi Lotus atas kontribusinya dalam mempopulerkan sastra klasik di negara kita tercinta ini. Btw saya jadi tidak sabar untuk membaca karya Mba Maggie selanjutnya… :)

    • Hai Eby. Sama-sama, terima kasih juga karena sudah membeli buku Fiksi Lotus: Vol. 1 dan mampir kemari ya :) Semoga suka dengan posting-posting yang ada di sini. Oh ya, kami juga sudah menghadirkan situs pendamping Fiksi Lotus, bernama KLUB LOTUS. Bisa diakses di sini http://klublotus.wordpress.com/ — mudah-mudahan tidak kalah menarik :) Salam!

  10. kerjamu hebat maggie,bikin fiksi lotus.saya baru 2-3 hari ini membacanya,saya langsung suka.saya penggemar fiksi.tp tidak bisa bahasa inggris.mau tanya,apa wiliap faulkner menulis cerpen?klo iya,bisa tolong terjemahkan.sekian dulu maggie.senang bisa kenal kmu dan hasil kerjamu..

    • Hi Arjendro,
      Terima kasih banyak atas sambutannya, juga kunjungannya ke Fiksi Lotus. William Faulkner menulis cerpen, dan sekarang ini sedang mengantri untuk diterjemahkan — “A Rose for Emily”. Semoga menikmati posting2 berikutnya ya! :)

  11. hey,maggie,jumpa lagi.cuma mau tanya aja,apa cerpen2 yang di fiksi lotus cuma itu?maksudku,apa sebelumnya ada tp sudah kmu hapus?soalnya,1, saya terlambat bergabung di fiksi lotus.2,saya rakus dlm membaca.semua cerpen2 yg kamu pasang di fiksi lotus,sudah habis aku baca,maggie.harap maklum.trm ksh.

    • Hi Arjendro,

      Sejauh ini baru ada cerpen2 yang di Arsip. Belum ada yang dihapus dari cerpen2 yang diterbitkan, meski ada yang dipotong karena bisa dibaca di koleksi Fiksi Lotus: Vol. 1. Senang mendengar ketertarikan kamu terhadap cerpen2 di sini. Terima kasih ya atas dukungannya.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s